Tingkatkan Ketrampilan Penanggulangan Bencana, Pelaku Usaha Perahu di Cacaban Ikut Diklat SAR – Panturapost.com

TEGAL – Obyek wisata di Kabupaten Yegal sebagian besar berbasis alam atau memanfaatkan potensi alam yang dimilikinya. Kondisi ini besar terjadi potensi bencana alam atau kecelakaan. Secara geografis wilayah Kabupaten Tegal memiliki gunung, bukit, waduk dan laut sehingga rawan terjadinya bencana.

Oleh karena itu, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal mengadakan pelatihan dasar search and rescue dan life basic support objek wisata yang bertempat di objek wisata Waduk Cacaban, Kamis (12/1/2022) kemarin.

“Sebagai bentuk upaya penanggulangan bencana dan kecelakaan, kita sadar, kita harus menyiapkan SDM dan sarana guna melakukan pencegahan dan penanggulangan resiko bencana alam. Pembentukan SDM yang kompetensi dan keterampilan dalam penanggulangan bencana alam dan kecelakaan sangat mendesak, khususnya pada objek wisata yang kami kelola seperti wisata Waduk Cacaban, wisata Guci dan wisata Purin,” tutur Kepala UPTD Pengelolaan Obyek Wisata Waduk Cacaban, Ahmad Abdul Khasib pada PanturaPost, Jumat (2/12/2022).

Dalam menjaga sapta pesona, khususnya risiko kenyamanan dan keamanan dari segala bentuk yang mungkin terjadi objek wisata, baik musibah kecelakaan maupun musibah berbasis alam, menurut Khasib, perlu ada tim SAR yang handal dan bertugas sesuai SOP yang ditetapkan. Tanggung jawab sapta pesona ini menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata dan pembunuh pelaku usaha wisata.

“Menjelang libur Natal dan tahun baru masyarakat diprediksi akan berbondong-bondong datang ke tempat wisata, dan untuk menjamin aktivitas wisata berjalan dengan baik lancar dan membahagiakan perlu adanya upaya melindungi wisatawan dari resiko yang mungkin terjadi. Sehingga bila suatu saat terjadi kecelakaan atau bencana, kami sudah siap tim SAR, kelengkapan sarana dan SOP. Dengan kesiapan ini akan mengurangi jalur yang lebih parah,” jelasnya

Melakukan diksar SAR itu, kata khasib, tujuan untuk pelatihan kepada pelaku usaha, operator wisata, Pokdarwis, khususnya perahu wisata di Cacaban. Mereka bagaimana menangani kecelakaan baik di darat atau di udara.

“Kita mengenal penyelamatan vertikal dan penyelamatan air cepat atau penyelamatan, pengangkutan korban di bukit dan air. Hal tersebut harus membayar. Nantinya, akan dibentuk tim SAR di masing – masing objek wisata serta membentuk posko tim SAR. Tujuannya melayani dan menjamin kenyamanan pengunjung. Kalau terjadi apa-apa, tim SAR sudah tahu dasar dalam penanganan korban,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini diikuti 25 peserta dari perwakilan karyawan Guci, perwakilan karyawan Cacaban, perwakilan karyawan Purin, pelaku usaha perahu di Cacaban, Pokdarwis, paguyuban pedagang dan tokoh masyarakat sekitar. Ada tiga pemateri dari PMI, BPBD dan Polres Tegal.

Redaktur : Muhamad Abduh

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »