Tanggap Darurat Banjir di Katingan

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, menetapkan status tanggap darurat banjir karena bencana alam itu berdampak pada tiga kecamatan.

“Tanggap darurat tersebut berlaku selama empat belas hari, mulai tanggal 6 sampai 19 Agustus 2022,” kata Bupati Katingan, Sakariyas, di Kasongan, Senin (8/8/2022).

Dia menjelaskan, penetapan status melalui Surat Keputusan Bupati Katingan Nomor 360/375 Tahun 2022 itu dibuat sehubungan dengan hasil kajian situasi lapangan yang menunjukkan keadaan bencana banjir yang mengganggu kehidupan warga di tiga kecamatan.

Kecamatan tersebut adalah Petak Malai yang terdiri dari Desa Tumbang Habangoi, Desa Nusa Kutau, Desa Batu Tukan dan Desa Batu Badak. Kemudian Kecamatan Sanaman Mantikei meliputi Desa Tumbang Kaman, Desa Tumbang Labehu dan Desa Tumbang Manggu.

Dari desa-desa tersebut sebanyak 78 Kepala Keluarga menyediakan banjir dan 69 rumah terendam. Selanjutnya Desa Samba Bakumpai di Kecamatan Katingan Tengah ada sebanyak 655 KK yang menampung banjir.

“Kemungkinan besar banjir akan berdampak juga di kecamatan yang ada di wilayah hilir karena mengingat kondisi ketinggian udara di wilayah hilir masih tinggi,” ujar Sakariyas.

Dia menjelaskan, terbitnya keputusan tersebut dalam rangka mengantisipasi dampak bencana banjir yang lebih meluas. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya-upaya penanganan keadaan darurat untuk meminimalkan dampak bencana.

“Untuk itu perlu segera dicapai penanganan yang bersifat cepat, tepat dan terpadu,” kata Sakariyas.

Dia menyebutkan, penetapan jangka waktu status tanggap darurat bencana banjir dapat diperpanjang atau dipersingkat sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan penanganan bencana di lapangan.

“Segala biaya yang ditimbulkan akibat penetapan keputusan tersebut dibebankan pada APBN dan APBD Katingan tahun anggaran 2022,” demikian Sakariyas.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »