Siswa MAN 3 Jembrana Ciptakan Alat Pendeteksi Banjir

CIPTAKAN ALAT – Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jembrana, yang menciptakan alat pendeteksi banjir.

Negara, DENPOST.id

Banjir bandang membawa dampak yang cukup besar. Tidak hanya korban materi juga korban jiwa. Banjir yang kerap terjadi di Sungai Ijogading yang terletak di wilayah Loloan Timur dan Barat, membuat siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jembrana mendapatkan ide menciptakan sebuah alat pendeteksi banjir.

Alat ini diciptakan dengan harapan mampu mengurangi kerugian maupun korban jiwa akibat banjir. Dua orang siswa MAN 3 Jembrana, yakni Putri Hidayathi dan Dimas Ramadhan memciptakan alat pendeteksi banjir ini. Alat tersebut diberi nama Flood Detector Smart Equipment atau FD Smarte.

Putri Hidayathi belum lama ini mengatakan alat yang mereka buat nantinya terkoneksi dengan pendeteksi ketinggian air yang dilengkapi sensor ultrasonic yang dipasang di sungai. Jika terjadi banjir, sensor ini akan mengirimkan data ketinggian air ke alat FD Smarte.

Dari alat tersebut, kemudian akan mengirimkan data ketinggian air dan peringatan pada aplikasi smart phone yang telah mereka buat dan bisa di download di play store.
Selain itu, alat tersebut juga mengirimkan pesan notifikasi tindakan yang harus dilakukan pada aplikasi telegram.

Dengan aplikasi ini, warga yang ada di bantaran sungai atau daerah langganan banjir bisa tahu ketinggian air mulai aman sampai waspada hingga kapan harus melakukan perbaikan. Selain itu, alat FD Smarte ini juga dilengkapi dengan alarm yang berbunyi saat ketinggian air mencapai status waspada.

“Sistem kerja dari alat ini, kami sudah menggunakan panel surya sebagai pengisi energi listrik pada rangkaian kami. Nah, sumber listrik ini akan menghidupkan rangkaian. Rangkaian ini yang akan mengatur ketinggian air sungai,” jelasnya.

Sementara guru pembina tim robotik MAN 3 Jembrana, Ahmad Aupa mengaku ide pembuatan alat ini berasal dari para siswa. Awalnya siswa melakukan penelitian dan observasi di Sungai Ijogading yang saat hujan airnya meluap dan sering banjir. Alat tersebut dibuat selama dua bulan. Mulai September 2022 dan selesai awal November dan kemudian diuji coba.

Untuk membuat alat pendeteksi banjir ini menghabiskan dana Rp600 ribu. Siswa pencipta alat pendeteksi banjir ini ikut sempat berlaga di ajang National Madrasah Robotic Competition 2022 di Yogyakarta, katagori robot inovasi pada 22 dan 23 November 2022. Mereka berhasil mendapat juara 3.

Siswa dan pihak sekolah akan mencoba mengenalkan alat ini kepada pemerintah daerah.
Jika pemkab menyambut baik alat ini, pihak sekolah mengaku siap memperbanyak alat ini dan dipasang di sejumlah sungai agar saat banjir alat ini mampu mengurangi jumlah korban jiwa dan kerugian material. (120)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »