NasDem-Demokrat No Deal, Bagaimana Nasib Koalisi Pro-Anies?

Jakarta

Partai NasDem menegaskan belum ada kesepakatan atau deal soal duet Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pilpres 2024. Bagaimana nasib yang sudah ancang-ancang mengusung Anies Baswedan di pilpres mendatang?

NasDem diketahui akan mengumumkan calon presiden yang diusung di Pilpres 2024 pada November mendatang, nama yang dipilih adalah Anies Baswedan. Bersama Partai Demokrat dan PKS, NasDem memantapkan diskusi membentuk pandangan untuk Pilpres 2024 dengan Anies Baswedan sebagai tokoh sentralnya. Baik PKS dan Demokrat mengamini penjajakan serius ini.

“PKS saat ini fokus mematangkan format dengan NasDem dan Demokrat. Bagi PKS, selesaikan agenda dan format pembahasan antara PKS, Nasdem, PD menjadi prioritas kami saat ini,” kata juru bicara PKS M Kholid soal progres menghadapi Demokrat dan NasDem, Kamis ( 29/9/2022).

Senada Kholid, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut hubungan partai dengan PKS dan NasDem semakin erat jelang kontestasi politik 2024.

“Kalau kami begini, ini saat ini dengan dua parpol sahabat calon mitra semacam itu sudah relatif dekat dan komunikasi sudah nyambung,” kata Herzaky di DPP Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/9).

Herzaky menyebut banyak hal yang sudah disepakati PD bersama PKS dan NasDem. Herzaky berharap sisa-sisa pembicaraan yang harus diselesaikan bisa segera diselesaikan.

“Dan banyak hal yang sudah kami pesan seperti sebelumnya misalnya disampaikan Mas Willy (Ketua DPP Partai Nasdem) ya kan sudah 80% tinggal 20% persen nih. Ya mengapa kita mengulang dari nol karena saat ini 80%, begitu. Harapan kita tentu 80 persen ini bisa kita tuntaskan gitu,” ujarnya.

Duet Anies-AHY

Di tengah penjajakan ini, Partai Demokrat mempertimbangkan duet Anies-AHY. Duet ini diklaim tanpa tanding dengan merujuk ‘lembaga survei besar’ tanpa menyebutkan namanya.

“Kami juga mendapat banyak informasi lembaga-lembaga survei kalau bicara pasangan Anies-AHY itu misalnya hampir tanpa tanding, ini dia, kata lembaga survei besar ya,” kata Herzaky Mahendra Putra.

Herzaky mengatakan, cerminan lembaga survei akan menjadi pertimbangan Partai Demokrat untuk mengusung Anies-AHY di 2024. Namun demikian, ini akan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan partai politik calon mitra tantangan.

Masih Bertepuk Sebelah Tangan

Usulan Demokrat masih belum mendapat lampu hijau dari Partai NasDem yang bakal mencapreskan Anies Baswedan. Syarat AHY sebagai calon wakil presiden (cawapres) menjadi kendalanya.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menyebut mereka tidak bisa menanggapi proposal Demokrat soal AHY jadi duetnya Anies Baswedan. Ali menegaskan NasDem dan Demokrat belum ada pertemuan.

“Nanti (siapapun yang berkoalisi) akan ada kesamaan dalam memilih capres, tapi apakah kemudian ditanya apa yang diusulkan Demokrat (duet Anies-AHY) ya kami tidak bisa menanggapi itu, kami tidak punya kerja sama apa-apa dengan Demokrat, paling tidak sampai hari ini untuk mendukung atau mendukung apa yang menjadi proposal Demokrat. NasDem itu berpandangan partai sebagai wadah untuk mengatur sirkulasi kekuasaan,” kata Ali saat dihubungi pada Kamis (29/9) malam.

Ali menilai tidak semua kader partai politik (parpol) memiliki karakter yang lebih baik daripada tokoh nonparpol. Ali menegaskan, NasDem akan berkoalisi dengan partai yang memiliki kesamaan pandangan.

“Kalau NasDem berpandangan tidak semua kader partai politik itu lebih baik dari kader-kader profesional maupun non partai. Kami ingin berkoalisi dengan partai yang memiliki pandangan yang sama,” imbuhnya.

Lantas, bagaimana nasib duet pro Anies setelah NasDem menyatakan belum deal dengan Demokrat tanggal sosok cawapres?

(gbr/tor)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate ยป