Lampung Rawan Bencana, Kapolda Buka Pelatihan DVI

Kapolda Lampung Irjen Akhmad Wiyagus membuka kegiatan pelatihan, sosialisasi dan simulasi Disaster Victim Identification (DVI), Senin (8/8).

Pelatihan di Hotel Bukit Randu Kota Bandar Lampung tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dalam penanganan suatu musibah bencana alam.

Peserta terdiri dari personel Polda, TNI, BPBD, Basarnas dan instansi terkait lainnya, serta dihadiri oleh pejabat utama Polda.

Kapolda menyebut bahwa situasi cepat berubah isu pemanasan global sangat sensitif dan menjadi perhatian dunia. Pemanasan global mengakibatkan cuaca berubah, bencana alam, permukaan laut naik, situasi ini akan membutuhkan penanganan serius.

yakinlah latihan DVI ini berguna salah satunya dalam bencana alam, kita bisa untuk mencari tahu. Tidak menutup kemungkinan yang terjadi di negara lain terjadi pula di NKRI.

“Saya harap pelatihan ini tidak menjadi pelatihan saja, kegiatan ini harus dilaksanakan terus-menerus dan antar pemangku kepentingan lainnya dalam penanganan bencana alam,” ujar Kapolda.

Sedangkan bencana di Provinsi Lampung sendiri, sampai saat ini diprediksi sebagai wilayah yang rawan akan potensi ancaman bencana berupa gempa, tsunami, tanah longsor, gunung meletus dan bencana lainnya.

Jenderal bintang dua tersebut dijelaskan, DVI adalah suatu prosedur untuk mengidentifikasi korban meninggal dunia akibat bencana, yang dapat dipertanggung jawabkan secara sah oleh hukum dan ilmiah serta mengacu pada Interpol DVI pedoman.

“DVI diperlukan untuk proses dari jenazah guna kepentingan penyidikan, ketersediaanham, dan legalitas dari jenazah itu sendiri,” katanya.

DVI tidak bisa bekerja sendiri, harus melibatkan pemangku kepentingan terkait seperti BPDP, Basarnas, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Rumah Sakit Pusat maupun daerah serta instansi terkait lainnya dan melibatkan disiplin ilmu yang komplit untuk proses tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »